Oke selamat pagi/siang/sore/malam (coret yang tidak
perlu). Setelah sekian lama tidak berkutat di dunia per-tulisan-an, gue kembali
untuk mencoba mendengarkan kembali melodi-melodi indah yang tercipta dari
setiap bunyi keyboard saat berhantam dengan jari-jari tangan yang lemah ini.
Kenapa? Karena gue sedang berkutat sebagai mahasiswa!
Iya! Sekarang gue kenal dengan problema mahasiswa!
Sekarang gue kenal dengan problema anak kost!
Dan sialnya, gue juga mengenal problema LDR.
Dan berhubung tempat kuliahnya membuat ‘gue’ berganti
menjadi ‘aku’ akan ku buat mengikuti gaya baru ku. Yang more formal than before
hoho.
Dan satu yang paling mengesalkan adalah ospek.
Bukan ospek nya yang kusesalkan, tapi persiapan untuk
membuat atributnya yang kubenci.
Bikin topi bola lah, rumbai-rumbai lah, kepangan lah,
bikin rompi lah, bikin anak lah… eh salah! Yang terakhir gak ada! Tapi tetap
berharap.
Tapi siapa sangka dibalik proses persiapan atribut
yang sangat mengesalkan sampe berbusa itu, membuat aku mngenal sosok-sosok baru
yang fresh dari oven. Bukan! Bukan dari oven!.
Maksud ku fresh dari wajah familiar di kota gue.
Banyak
yang kutemui dari berbagai budaya, bahasa dan agama semua nya adalah hal yang
baru bagi ku.
Terlepas
itu semua, yang paling mengesalkan adalah perihnya Long Distance Rela-hansip.
Maksud ku relationship. Piye toh!
Hal
ini membuatku join dengan trend sekarang tentang LDR.
Tapi
dalam kasusku bukan LDR dengan jarak Jakarta selatan-jakarta barat. Bukan!
Dalam kasusku kita terpisah pulau, berbeda waktu, serta berangan hampa.
Kangen? Rindu? Kosong??
Mungkin
bisa kalian katakan kalo sudah ku temui sisi paling gelap dari setiap kata itu,
Jurang paling curam dari kata itu, malam paling dingin dari kata-kata itu, dan
perih paling dalam dari setiap kata yang berarti sama tersebut.
Aku
selalu terhenti sejenak setiap kali membaca twit-twit tntang LDR seperti “kalo
ada yang deket, ngapain yang jauh?”.
Ingin
sekali ku balas kalimat itu dengan “ kalo emak lu jelek, ngapain hidup?” yang
sebenarnya tidak masuk akal *pura-pura mati.
Karena
kangen juga yang membuatku botak begini. (cari tau sendiri)
Atau
merasa kalo siapa lagi yang mau sama gue *duduk di pojokan, nyemir sepatu pake
aer mata.
Dan
yang lain adalah problem anak kost. Walah, money brooo money. Makan 30rb saja
sudah mikir dua kali yang bikin sedih akan kenyataan pahit yang harus kuhadapi
akhir bulan nanti.
Sudahlah,
sang malam sudah membuka lengannya. Menarikku masuk ke dalam pelukan mimpi
dimana angan dan cita ku tempa.
0 comments:
Post a Comment