Tulisan seadanya kawula muda pengejar mimpi dan jati diri.

Friday, 28 June 2013

Jodoh kemana?

09:31 Posted by Unknown No comments
"kalo udah jodoh, pasti gak bakalan kemana-mana"
yup, kalimat itu yang paling sering gue denger dari macam-macam orang untuk berbagai fungsi.
mau buka-bukaan? bukan! bukan maksudnya cabul! mksud gue, jujur-jujuran. sejujurnya gue paling risih denger ataupun baca kalimat ini. u know why?

cause its pathetic! iya, itu menyedihkan. kenapa? karena :

1. keyakinan
    yup! gue gak percaya dengan kata-kata ini setelah cukup muak dengerin kata-kata ini beberapa kali. mngkin gak sebanyak kalian yang lain. tapi, cukup membuat gue muak. karena hal ini gak akan terjadi dengan sendirinya.

2. dipake buat menghibur
sebenarnya dalam kategori ini, sub nya juga. bukan! bukan sup yang itu! beda! *langsung ngiler
- menghibur temen yang baru putus
eaaa, tentu aja ini termasuk kata beken jawaban curhat sepanjang masa. selain memaki bareng-bareng   yang nge-putusin tentunya.
-menghibur diri yang baru jomblo
Ini yang paling bikin gue ketawa,  para jombar (jomblo-jomblo baru) yang biasanya baru diputusin pacarnya, pada pake kalimat ini buat ngehibur diri dari nasib mereka. Ada juga yang make “cowo/cewe tu masih banyak di dunia! Bukan cuma lu doang!”. Emang cowo/cewe di dunia itu banyak, tapi yang bisa jadi dunia lu itu cuma satu doang.

So far sih, kebanyakan kalimat ini sering dipake buat keadaan-keadaan seperti itu. And yes! Thats why i found that sentence’s so annoying. gue gak ngerti juga sih, but its a free country right? Gue bebas dong expressing my opinions. Yang gue yakin itu kalo jodoh itu unpredictable. Kadang, waktu kita lagi nge-target seseorang dan gagal, gak akan nyangka kalo malah target point kita meleset ke temennya. Tentu, perlu ada kepastian sama pemikiran biar mis-target nya itu bukan jadi pelarian cinta.
Yang paling penting sih, aksinya. Dunia itu gak adil, tapi kadang satu usaha bisa ngubah suatu hal juga. *nunjuk ke penonton kek mario teguh.

Saturday, 22 June 2013

Populer Tanpa Harga Diri

08:44 Posted by Unknown 1 comment
sebenernya apa arti dari kepopuleran? gue sendiri gak begitu paham dengan kepopuleran.
yang gue tau tentang kepopuleran itu cuma simpel doang,

seorang yang menarik perhatian orang dengan lain dengan salah satu kemampuan yang eksepsional yang biasanya pengaruh dari keberuntungan, kerja keras, dan kemampuan menempa diri.

ya, jelaslah mereka yang populer dengan definisi gue diatas yang mampu membuat orang-orang biasa merasa cemburu atau bahkan ada yang sirik dengan mereka. Tapi gue bingung, apa dunia yang gak adil? atau manusia-nya yang gak adil?

sebagian dari mereka yang populer faktanya, mendapatkan kepopuleran tersebut secara alami/lahiriah/natural atau bahasa psikologis nya innate talent. iya, mereka yang mempunyai talent sudah sejak mendegar suara ibu yang samar-samar dari balik rahim ibunya. Sebenarnya, gue iri dengan mereka. ayolah, siapa sih yang gak iri dengan orang-orang yang punya kemampuan eksepsional tanpa harus kerja keras?

gue juga benci mereka. iya, mereka yang bisa punya semua yang mereka mau tanpa ada usaha setetes peluh pun.

tapi, dibalik itu semua gue paling merasa lucu dengan orang yang pengen populer menggunakan karya orang lain. itu apaan coba? gue lemparin pake selang pertamina juga lu.
baru-baru ini, gue banyak baca kasus plagiat tweet malah yang paling parah kasus plagiat blog, trus tulisannya korban dikirim buat ajang lomba penulis amatir oleh pelaku dan menang. dan korban ini adalah salah satu sumber inspirasi gue yang seneng banget gue baca tulisan-tulisannya.
sukurdeh kalo di kasih credit abis ngopas, nah kalo malah di klaim? kek malay nge-klaim properti indonesia? gimana? gak asik kan? 

kasian dengan mereka yang menginginkan ketenaran dengan cara yang gak ada kreatifitasnya.
ketenaran tanpa harga diri.
 ketenaran  yang membawa diri ke lubang hitam yang dibuat sendiri dengan sengaja.

lantas, apa hubungannya dengan gue?
 simpel, gue yang masih dalam proses mencari kemampuan sebenarnya dari diri gue dengan susah payah sembari belajar dari mereka yang lebih dari gue dan dari mereka yang mempunyai innate talent yang walaupun gue gak suka, gue gak akan membuang harga diri hanya untuk ketenaran dari sebuah kreatifitas yang semu.

berjalan tanpa arah
membuatku mendesah tanpa asal.
berdiri tanpa menginjak tanah pun membuatku malu menatap diri.

Thursday, 6 June 2013

Nanas dan Martabak Part VI

06:52 Posted by Unknown 1 comment
Rena yang malam itu duduk di menatap langit yang dipenuhi bintang gak sadar kalo sedang menjadi target tatapan gue malam itu yang duduk manis di sebelah dia.
gue liat muka Rena, gue amati. ternyata ada senyum kecil yang muncul di wajahnya yang adalah gambaran Tuhan di muka bumi. pandangan gue naikan sedikit ke matanya yang mendapat pantulan sinar dari bintang-bintang yang harus gue akui kalo itu indah sekali.

"kenapa kamu? bengong sampe segitunya?"

"haa?... haa... ha?"

dengan cepat gue palingkan muka gue dari menatap wajah Rena. kenapa tak kau biarkan semenit lagi Tuhan? biarkan aku menikmati indahnya ciptaanMu semenit lagi.
gue salah tingkah, gue cuma bisa garuk-garuk kepala dengan wajah blo'on sambil ketawa gak jelas.

"makasih yah, udah bisa dateng. sebenernya, aku paling suka kesini kalo ada sesuatu, apalagi kalo bokap nyokap lagi ada konflik ato yang kek gitu lah. semacam escape mechanism aku disini. hehe"

"yee, kan yang dateng bukan cuma gue doang, itu ada kerumunan anjing kelaparan sama putri duyung perut baskom lu panggil. ya, tapi... hmm... sama-sama.."

dari situ gue ngerti, ternyata dibalik karakter Rena yang cukup cheerful dan pemarah tersimpan goresan-goresan hati dari perihnya masalah keluarga. bener juga sih, bokap nya yang banyak duit bukan gak mungkin 'jajan' ke 'provider' lain. tapi, kemampuan Rena buat tetap berdiri di balik itu semua mungkin suatu kemampuan yang gak semua orang punya. dia kuat.

para kerumunan 'anjing' (temen-temen gue) udah berubah jadi 'babi' yang udah kenyang dengan kapabilitas mata udah 'menurun'.

"Arze cacad! cabut gih, udah jam segini." teriak ikki dari kejauhan.

"Rena, makasih ya.. udah ngasih makan ntu laskar berani mati, udah jam segini. gue pergi dulu."

"hmm, iya iyah~ daaaah~"

"daaah, oh ya gue lupa bilang kalo malam ini, mata kamu cantik sekali. bleeee"

"Arze dodol! bentar!"

"apaan?.... hm?.. eh??!!..."

gue bengong, satu kecupan manis mendarat di pipi gue. gue speechless. kali ini gue gak menduga hal ini bakalan terjadi disusul cieee-cieee-an temen-temen gue sama temen-temen Rena.

gue pulang naik motor dengan senyum di muka gue serasa angin berpihak ke sisi gue. wajah gue serasa di terpa sejuknya angin asmara yang makin lama makin dingin.

"TOLOL! tu helm dipake idiot!"

oh ya, ternyata gue lupa pake helm. tapi gue masih percaya kalo angin asmara itu mampu membawa gue tidur nyenyak malam itu.

oh ya, sejak itu hubungan gue sama Rena jadi semakin dekat yang akhirnya gue tau, kalo Rena udah punya pacar. gue bingung.
ternyata, orang yang bikin es di hati gue meleleh udah punya pacar. mungkin kali ini gue harus nahan perasaan gue untuk mencegah yang tidak diinginkan. okesip.

hari-hari gue laluin dengan usaha yang keras menekan perasaan gue sama Rena. Senyum dan tawa yang selalu dia bawa tiap hari seusai kuliah membuat usaha gue semakin sulit, semakin nyesek, semakin menyakitkan. karena keberadaan Rena juga yang berhasil buat gue berbicara dengan santai denan Tere yang sudah gak ada sisa-sisa lagi,

gue juga sering ngomong sama Rena tentang pacarnya yang ternyata udah kerja dengan jarak umur cukup jauh.

"hoi! nenek girang! makan yuk!"

"kenapa adik neraka? makan? ya udah ayok"

gue jalan sama Rena berburu makanan yang minimal memuaskan cacing-cacing yang menangis di perut ini.

jadi gue harus gimana? ini semakin kuat. gue ragu kalau gue masih bisa menekan hal ini. pemikiran itu terus menerus berputar di otak gue. sampai akhirnya gue angkat kepala, gue liat muka Rena dan Rena tersenyum manis sambil tertawa kecil di depan gue.

gue kalah dengan perasaan gue...

-bersambung.