Tulisan seadanya kawula muda pengejar mimpi dan jati diri.

Saturday, 31 August 2013

Problematika tanpa arah.

21:12 Posted by Unknown No comments


Oke selamat pagi/siang/sore/malam (coret yang tidak perlu). Setelah sekian lama tidak berkutat di dunia per-tulisan-an, gue kembali untuk mencoba mendengarkan kembali melodi-melodi indah yang tercipta dari setiap bunyi keyboard saat berhantam dengan jari-jari tangan yang lemah ini.

Kenapa? Karena gue sedang berkutat sebagai mahasiswa!
Iya! Sekarang gue kenal dengan problema mahasiswa!
Sekarang gue kenal dengan problema anak kost!
Dan sialnya, gue juga mengenal problema LDR.

Dan berhubung tempat kuliahnya membuat ‘gue’ berganti menjadi ‘aku’ akan ku buat mengikuti gaya baru ku. Yang more formal than before hoho.

Dan satu yang paling mengesalkan adalah ospek.
Bukan ospek nya yang kusesalkan, tapi persiapan untuk membuat atributnya yang kubenci.
Bikin topi bola lah, rumbai-rumbai lah, kepangan lah, bikin rompi lah, bikin anak lah… eh salah! Yang terakhir gak ada! Tapi tetap berharap.

Tapi siapa sangka dibalik proses persiapan atribut yang sangat mengesalkan sampe berbusa itu, membuat aku mngenal sosok-sosok baru yang fresh dari oven. Bukan! Bukan dari oven!.
Maksud ku fresh dari wajah familiar di kota gue.

Banyak yang kutemui dari berbagai budaya, bahasa dan agama semua nya adalah hal yang baru bagi ku.
Terlepas itu semua, yang paling mengesalkan adalah perihnya Long Distance Rela-hansip. Maksud ku relationship. Piye toh!

Hal ini membuatku join dengan trend sekarang tentang LDR.
Tapi dalam kasusku bukan LDR dengan jarak Jakarta selatan-jakarta barat. Bukan! Dalam kasusku kita terpisah pulau, berbeda waktu, serta berangan hampa.
 Kangen? Rindu? Kosong??
Mungkin bisa kalian katakan kalo sudah ku temui sisi paling gelap dari setiap kata itu, Jurang paling curam dari kata itu, malam paling dingin dari kata-kata itu, dan perih paling dalam dari setiap kata yang berarti sama tersebut.

Aku selalu terhenti sejenak setiap kali membaca twit-twit tntang LDR seperti “kalo ada yang deket, ngapain yang jauh?”.
Ingin sekali ku balas kalimat itu dengan “ kalo emak lu jelek, ngapain hidup?” yang sebenarnya tidak masuk akal *pura-pura mati.

Karena kangen juga yang membuatku botak begini. (cari tau sendiri)
Atau merasa kalo siapa lagi yang mau sama gue *duduk di pojokan, nyemir sepatu pake aer mata.

Dan yang lain adalah problem anak kost. Walah, money brooo money. Makan 30rb saja sudah mikir dua kali yang bikin sedih akan kenyataan pahit yang harus kuhadapi akhir bulan nanti.

Sudahlah, sang malam sudah membuka lengannya. Menarikku masuk ke dalam pelukan mimpi dimana angan dan cita ku tempa.