Tulisan seadanya kawula muda pengejar mimpi dan jati diri.

Thursday, 6 June 2013

Nanas dan Martabak Part VI

06:52 Posted by Unknown 1 comment
Rena yang malam itu duduk di menatap langit yang dipenuhi bintang gak sadar kalo sedang menjadi target tatapan gue malam itu yang duduk manis di sebelah dia.
gue liat muka Rena, gue amati. ternyata ada senyum kecil yang muncul di wajahnya yang adalah gambaran Tuhan di muka bumi. pandangan gue naikan sedikit ke matanya yang mendapat pantulan sinar dari bintang-bintang yang harus gue akui kalo itu indah sekali.

"kenapa kamu? bengong sampe segitunya?"

"haa?... haa... ha?"

dengan cepat gue palingkan muka gue dari menatap wajah Rena. kenapa tak kau biarkan semenit lagi Tuhan? biarkan aku menikmati indahnya ciptaanMu semenit lagi.
gue salah tingkah, gue cuma bisa garuk-garuk kepala dengan wajah blo'on sambil ketawa gak jelas.

"makasih yah, udah bisa dateng. sebenernya, aku paling suka kesini kalo ada sesuatu, apalagi kalo bokap nyokap lagi ada konflik ato yang kek gitu lah. semacam escape mechanism aku disini. hehe"

"yee, kan yang dateng bukan cuma gue doang, itu ada kerumunan anjing kelaparan sama putri duyung perut baskom lu panggil. ya, tapi... hmm... sama-sama.."

dari situ gue ngerti, ternyata dibalik karakter Rena yang cukup cheerful dan pemarah tersimpan goresan-goresan hati dari perihnya masalah keluarga. bener juga sih, bokap nya yang banyak duit bukan gak mungkin 'jajan' ke 'provider' lain. tapi, kemampuan Rena buat tetap berdiri di balik itu semua mungkin suatu kemampuan yang gak semua orang punya. dia kuat.

para kerumunan 'anjing' (temen-temen gue) udah berubah jadi 'babi' yang udah kenyang dengan kapabilitas mata udah 'menurun'.

"Arze cacad! cabut gih, udah jam segini." teriak ikki dari kejauhan.

"Rena, makasih ya.. udah ngasih makan ntu laskar berani mati, udah jam segini. gue pergi dulu."

"hmm, iya iyah~ daaaah~"

"daaah, oh ya gue lupa bilang kalo malam ini, mata kamu cantik sekali. bleeee"

"Arze dodol! bentar!"

"apaan?.... hm?.. eh??!!..."

gue bengong, satu kecupan manis mendarat di pipi gue. gue speechless. kali ini gue gak menduga hal ini bakalan terjadi disusul cieee-cieee-an temen-temen gue sama temen-temen Rena.

gue pulang naik motor dengan senyum di muka gue serasa angin berpihak ke sisi gue. wajah gue serasa di terpa sejuknya angin asmara yang makin lama makin dingin.

"TOLOL! tu helm dipake idiot!"

oh ya, ternyata gue lupa pake helm. tapi gue masih percaya kalo angin asmara itu mampu membawa gue tidur nyenyak malam itu.

oh ya, sejak itu hubungan gue sama Rena jadi semakin dekat yang akhirnya gue tau, kalo Rena udah punya pacar. gue bingung.
ternyata, orang yang bikin es di hati gue meleleh udah punya pacar. mungkin kali ini gue harus nahan perasaan gue untuk mencegah yang tidak diinginkan. okesip.

hari-hari gue laluin dengan usaha yang keras menekan perasaan gue sama Rena. Senyum dan tawa yang selalu dia bawa tiap hari seusai kuliah membuat usaha gue semakin sulit, semakin nyesek, semakin menyakitkan. karena keberadaan Rena juga yang berhasil buat gue berbicara dengan santai denan Tere yang sudah gak ada sisa-sisa lagi,

gue juga sering ngomong sama Rena tentang pacarnya yang ternyata udah kerja dengan jarak umur cukup jauh.

"hoi! nenek girang! makan yuk!"

"kenapa adik neraka? makan? ya udah ayok"

gue jalan sama Rena berburu makanan yang minimal memuaskan cacing-cacing yang menangis di perut ini.

jadi gue harus gimana? ini semakin kuat. gue ragu kalau gue masih bisa menekan hal ini. pemikiran itu terus menerus berputar di otak gue. sampai akhirnya gue angkat kepala, gue liat muka Rena dan Rena tersenyum manis sambil tertawa kecil di depan gue.

gue kalah dengan perasaan gue...

-bersambung.

1 comment:

  1. Halo..

    Bagi siapa saja yang membutuhkan Dus Makanan bisa mencoba menghubungi kami Greenpack.

    ReplyDelete